facebook ask.fm Youtube Instagram

Dream of Life

  • Home
  • ABOUT
  • CONTACT
Apa yang begitu hebat dari diriku?
.
.
Salah satu pertanyaan bodoh yang justru membuat pikiran-pikiranku menjadi tidak sehat. Ini tahun kedua aku kuliah dan menjadi tahun tersulit, terbebani, dan membuatku stress. I mean, terlalu banyak problematik-problematik secara pribadi aku sendiri maupun merupakan sumbangan dari llingkungan sekitarku. Aku merasa tidak sehat, basically secara mental. why i thought that’s out? karena seperti yang aku bilang diawal tadi bahwasannya aku merasa memiliki “pikiran yang tidak sehat” belakangan ini, like i think i don’t have passion, friends who naturally love myself, my family won’t can know what i want, and the last statement of my thought is ‘i’m so different from others’. Dan statement-statement tersebut saling berkaitan menurutku. Aku merasa diriku berbeda dan terlalu tertutup, hal itu yang bagiku menghambat ‘aku’ untuk lebih dekat dengan ‘orang lain’.
Disini aku tekankan aku hanyalah seorang ‘introvert’ yang mencoba speak up and show on about my self. Tetapi aku bingung, apakah aku benar seorang introvert ataukah seseorang yang memiliki dua kepribadian yang biasa orang sebut dengan ‘ambivert’. Aku awalnya membingungkan kenapa ada dua kepribadian didalam diri seseorang, ataukah memang dia seorang introvert akan tetapi mencoba keluar dari zona nyamannya ketika dia berada dilingkungan yang lebih luas atau ketika dia berada pada dunia yang menurutnya berbeda dari dunianya yang “sunyi” atau bahkan pada saat-saat dia tidak lagi sendirian. Dan kenapa lagi aku memikirkan hal tersebut? karena aku memang merasa seperti itu, mereka adalah orang ‘introvert’ yang memaksakan dirinya untuk terbiasa hidup diluar garis zona nyamannya dan mereka melabeli diri mereka sebagai seorang yang ‘ambivert’. Aku tekankan lagi, hal tersebut tidak salah karena aku memang seperti itu. Diriku yang berada di lingkungan sekolah/kampus sangat berbanding terbalik ketika aku berada di kos. Intinya aku akan sangat berbeda ketika aku sedang bersama orang lain dan juga ketika aku sendirian. Dan, menurutku itu adalah hal yang melelahkan. Jelasnya seperti ini, why i said that? karena yang pertama, AKU bukan diriku ketika bersama orang lain karena AKU menjadi diriku yang lain. Kedua, ketika berada bersama orang lain akan sangat menghabiskan banyak energi (you know what i mean, right?). Ketiga, kita memasang topeng di depan orang lain, setidaknya kita memiliki 3 topeng. Itulah opini aku, mengapa menjadi seseorang yang ambivert begitu melelahkan.
Statement terakhir pada paragraf sebelumnya aku mengatakan bahwasannya manusia memiliki setidaknya 3 topeng yang dia tunjukan. The first one is topeng yang dia tunjukan pada teman, sahabat dan lingkungan di sekolah/kampus/etc. The second is ‘family’, jadi individu ini menunjukan sisi yang berbeda dari dirinya ketika bersama keluarganya. The last opinion is ‘self’, jadi hanya individu itu yang tahu siapa dirinya dan bagaimana pribadinya bertindak.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Assalamualaikum,
Hello everyone..
Liburan berakhir dan aku pun kembali ke kamar kosan dan juga hiruk-piruk kota ini. i'm so lazy -_-. Yaiyalah, coba deh bayangin aku libur selama 3 bulan and i'm back home, kalian tahulah gimana kelakuan kita pas balik ke rumah.yaps. Pastinya rasa bosan dan malas selalu menyelimuti terlebih aku selalu mager untuk keluar rumah karena teman-temanku sebagian besar belum menjalani UAS dan mereka tentunya belum bisa pulkam. so, aku selalu dirumah bantuin mama atau nemenin mama ke pantai.
Kembali ke pembahasan, sesuai judul kali ini aku bakal cerita-cerita mengenai tindakan yang udah aku lakuin selama kurang lebih setahun menjalani kehidupan sebagai seorang mahasiswa. Jujur aja, aku malu sama diri aku sendiri. kenapa? karena aku gak mgelakuin apa-apa, gak dapat pengalaman apa-apa. Yang aku lakuin hanyalah memandangi kesuksesan orang lain. Padahal awal masuk semeter dua udah banyak banget planning yang harus aku lakukan, i must trying this plan gtu. but the true it's nothing. Semua hanyalah ocehan tak beralasan yang aku ucapkan.
Pernah gak sih kalian merasa jika hidup kalian hanya sebatas jarak antara kosan dan kampus yang gak seberapa jauh? Pernah gak sih kalian ngerasa hidup kalian it's so flat, and i can't understan about the situation. Jelas-jelas aku paham dengan yang kuarasakan tapi aku malah hanya berdiam ditempat dan memandangi orang lain sambil berucap,
wow, she's amazing
aku harus kayak dia, aku yakin aku pasti bisa
yaampun aku kok ngerasa hidup aku kurang berfaedah nih kayaknya harus banyak-banyakin kegiatan positif

tapi nyatanya? bullshit banget ye kan? Cuma wacana belaka. Pernah gak sih kalian ngerasa kalo kalian cuma butuh satu tindakan untuk merubah hidup kalian? Bukan wacana tapi benar-benar tindakan murni tanpa ada pelabelan ntar aja deh gue ngikutnya atau gue ikut kok tapi pas tugas gue selesai ya atau juga semester depan deh gue janji gue bakal ngerubah hidup gue. Mau gitu-gitu aja? Yakin? 
Aku tau jika kita punya kewajiban untuk serius kuliah dan disini aku gak mengprovokasi kalian atau diri aku sendiri untuk lebih berfokus kepada kegiatan diluar kuliah. Bukan itu maksud aku, tapi sisakan beberapa persen waktu kalian untuk mencari pengalaman dalam merubah hidup kalian. Karena kita harus ngeliat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang yang gimana? yah itu tergantung kalian mau ngeliat darimana.

QOTD:
Biarkan langkah kaki ini yang menentukan, biarkan tangan ini yang memberikan, biarkan hati ini yang mengarahkan dan biarkan pikiran ini memberimu sejuta imajinasi yang akan disalurkan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Hai it's me

Hai it's me

Hello

Hello! it's me Nui. I'm the author behind this blog. I like writting, listening music, cat, and everything makes my feel good and happy.
Hope you enjoy with my weird writtings of my own life.

Labels

  • challenge
  • fashion
  • Food
  • Health Life
  • Life
  • Motivate
  • quotes
  • short story

recent posts

Sponsor

Blogger Babes are Sophisticated Bloggers Seeking Simple Solutions and Support

Blog Archive

  • ▼  2018 (2)
    • ▼  Desember (1)
      • Being Myself is too hard
    • ►  April (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (4)

Created with by BeautyTemplates