JATI DIRI

by - 18.06

Apa yang begitu hebat dari diriku?
.
.
Salah satu pertanyaan bodoh yang justru membuat pikiran-pikiranku menjadi tidak sehat. Ini tahun kedua aku kuliah dan menjadi tahun tersulit, terbebani, dan membuatku stress. I mean, terlalu banyak problematik-problematik secara pribadi aku sendiri maupun merupakan sumbangan dari llingkungan sekitarku. Aku merasa tidak sehat, basically secara mental. why i thought that’s out? karena seperti yang aku bilang diawal tadi bahwasannya aku merasa memiliki “pikiran yang tidak sehat” belakangan ini, like i think i don’t have passion, friends who naturally love myself, my family won’t can know what i want, and the last statement of my thought is ‘i’m so different from others’. Dan statement-statement tersebut saling berkaitan menurutku. Aku merasa diriku berbeda dan terlalu tertutup, hal itu yang bagiku menghambat ‘aku’ untuk lebih dekat dengan ‘orang lain’.
Disini aku tekankan aku hanyalah seorang ‘introvert’ yang mencoba speak up and show on about my self. Tetapi aku bingung, apakah aku benar seorang introvert ataukah seseorang yang memiliki dua kepribadian yang biasa orang sebut dengan ‘ambivert’. Aku awalnya membingungkan kenapa ada dua kepribadian didalam diri seseorang, ataukah memang dia seorang introvert akan tetapi mencoba keluar dari zona nyamannya ketika dia berada dilingkungan yang lebih luas atau ketika dia berada pada dunia yang menurutnya berbeda dari dunianya yang “sunyi” atau bahkan pada saat-saat dia tidak lagi sendirian. Dan kenapa lagi aku memikirkan hal tersebut? karena aku memang merasa seperti itu, mereka adalah orang ‘introvert’ yang memaksakan dirinya untuk terbiasa hidup diluar garis zona nyamannya dan mereka melabeli diri mereka sebagai seorang yang ‘ambivert’. Aku tekankan lagi, hal tersebut tidak salah karena aku memang seperti itu. Diriku yang berada di lingkungan sekolah/kampus sangat berbanding terbalik ketika aku berada di kos. Intinya aku akan sangat berbeda ketika aku sedang bersama orang lain dan juga ketika aku sendirian. Dan, menurutku itu adalah hal yang melelahkan. Jelasnya seperti ini, why i said that? karena yang pertama, AKU bukan diriku ketika bersama orang lain karena AKU menjadi diriku yang lain. Kedua, ketika berada bersama orang lain akan sangat menghabiskan banyak energi (you know what i mean, right?). Ketiga, kita memasang topeng di depan orang lain, setidaknya kita memiliki 3 topeng. Itulah opini aku, mengapa menjadi seseorang yang ambivert begitu melelahkan.
Statement terakhir pada paragraf sebelumnya aku mengatakan bahwasannya manusia memiliki setidaknya 3 topeng yang dia tunjukan. The first one is topeng yang dia tunjukan pada teman, sahabat dan lingkungan di sekolah/kampus/etc. The second is ‘family’, jadi individu ini menunjukan sisi yang berbeda dari dirinya ketika bersama keluarganya. The last opinion is ‘self’, jadi hanya individu itu yang tahu siapa dirinya dan bagaimana pribadinya bertindak.

You May Also Like

0 komentar