SENJA

by - 02.37

Cinta..

Tak seharusnya kau ada, memang aku egois yang selalu memaksakan hatiku untuk dia terima. Tapi, kini aku sadari tak seharusnya aku begitu.
 
Tuhan..

Buanglah semua rasa ini, biarkan hatiku terhempas di kala senja.
***
Tangisku membawa dia kepadaku. Bagaimana. Bagaimana bisa senja menghempaskan hatiku jikalau dia terus mendekat padaku. Jarak kita hanyalah sebatas bintang dan langitnya.
“Arga,” sapaku padanya, dengan wajah memelas dia berbalik “kenapa? Kenapa al? Kenapa kamu pergi?”
 
Aku tertegun. Sungguh bukan keputusan baik bagi Arga jika aku meninggalkannya. “Maaf,” ku lihat Arga yang ingin mengutuk dunia atas ketidakadilan yang ia terima.
“Maaf? Alya jika memang aku yang salah mencintai kamu, kumohon biarkanlah hatiku berlabuh disetiap pijakan kakimu, atau mungkin ketika matamu benar-benar lelah dengan fatamorgana ini dan disaat itulah biarkan senja  menghempaskan hati dan cintaku darimu.”
 
“Apa? Cinta? Apa benar Arga mencintaiku?” resahku membatin, ingin sekali aku marah. Kenapa Ga? Kenapa baru sekarang kamu katakan kamu mencintaiku? Kemana saja kamu dua tahun ini? Di saat duniaku telah penuh dengan awan-awan gelap, kau datang lagi padaku. Terlambat.
Aku hanya melihat kepergian Arga penuh kekecewaan. Sontak kata-kata piluh itu akhirnya menemukan waktunya,
 
“Ketika hatiku dipenuhi tanda tanya, kemana saja kamu Arga? Ketika bintang tak menemukan malamnya, kau tinggalkan aku. Bagai desir ombak yang menghempas, kau tusukan piluh di hatiku. Dan kini kau kembali untuk mempertanyakan, mengapa senja membawaku pergi. Sungguh kau mengetahui jawabannya. Terlambat.”
http://karangan-senja.blogspot.co.id/2015/08/merindukan-senja.html

You May Also Like

2 komentar

  1. Aku pun begitu.

    Selalu merindukan senja. Dan semua kenangannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yeah, me too. thank you for coming my blog:)

      Hapus