Zona Nyaman?

by - 03.13



Ini semester kedua gue di universitas, and then it's really hard. Jadi, angkatan gue ngikutin kurikulum baru gitu and benar-benar di luar ekspektasi gue. Memang sewajarnya dan sudah menjadi tugas mahasiswa sendiri untuk mampu mengambil resiko. Mungkin gue adalah satu dari sekian ratus ataupun ribuan mahasiswa di luar sana yang mengalami hal yang sama.

zona nyaman

Kita harus bisa keluar dari zona ini, kita harus berani mengambil resiko. Jangan mau terpaku dengan sesuatu yang mungkin gak cocok untuk kita. Sekarang gue benar-benar sadar menjadi lain dari yang lain tidaklah memiliki kenikmatan tersendiri seperti yang selama ini gue pikirkan. Tetapi, justru membuat persepsi orang ke kita jadi beda.

Gue di kampus mungkin bisa dibilang tidak pandai mengutarakan pendapat, gue cenderung mendengar dan memperhatikan doang. Padahal banyak banget yang ingin gue sampaikan terkait pendapat dan pemikiran gue yang seperti apa. Entah, apapun itu rasanya lidah gue benar-benar kaku banget dan ketika gue ngomong malah gelagapan, bukan cuma itu aja jantung gue jadi dag dig dug gitu. Di semester ini gue gamau seperti itu lagi, gue berusaha untuk bisa keluar dari zona nyaman gue. Terkadang gue bertanya-tanya why i can't do that? why? and why? ternyata jawabannya, ketika kita tidak bisa mempercayai diri kita sendiri bagaimana bisa kita mempercayai orang lain. Ketika kita tidak mampu menatap ke depan bagaimana kita mampu untuk berjalan maju tanpa keraguan. So, jangan ragu dengan apa yang kita miliki tapi ragulah ketika kita tidak mampu mengeksplor apa yang kita miliki.

You May Also Like

0 komentar